Pengakuan dalam Hukum Acara Perdata (Haper)

ALAT BUKTI PENGAKUAN DALAM HUKUM ACARA PERDATA

Eman Suparman

I. Pendahuluan

Hakim dalam memeriksa setiap perkara harus sampai kepada putusannya, walaupun kebenaran peristiwa yang dicari itu belum tentu ditemukan. Benar tidaknya sesuatu  peristiwa yang disengketakan  sangat  bergantung kepada  hasilpembuktian yang dilakukan para pihak  di persidangan. Oleh karena itu kebenaran yang dicari  di dalam hukum acara perdata sifatnya relatif. Continue reading

Advertisements

Hukum Perorangan atau Hukum Privat

Hukum Perorangan atau Hukum Privat

1.Pengertian Hukum
Hukum adalah ilmu yang sangat menarik, namun pada pelaksanaannya sering di jumpai kejanggalan,dan perbedaan dalam penafsiran, di indonesia begitu banyak peraturan/undang-undang yang diciptakan. Hukum Nasional Sebagai Hasil Pengembangan Hukum Adat, dimana Hukum adat tidak pernah mundur atau tergeser dari percaturan politik dalam membangun hukum nasional, Continue reading

Hukum Perikatan di Indonesia

Perbandingan Antara Perikatan Yang Timbul Akibat Persetujuan Atau Perjanjian Dengan Perikatan Yang Timbul Akibat Undang- Undang



Pengertian Dan Pembatasan Perikatan.

Perikatan adalah terjemahan dari istilah aslinya dalam bahasa Belanda “verbintenis”. Asal kata perikatan dari obligatio (latin), obligation (Perancis, Inggris) Verbintenis (Belanda = ikatan atau hubungan). Selanjutnya Verbintenis mengandung banyak pengertian, di antaranya:
1. Perikatan: masing-masing pihak saling terikat oleh suatu kewajiban/prestasi(Dipakai oleh Subekti dan Sudikno)
2. Perutangan: suatu pengertian yang terkandung dalam verbintenis. Adanya hubungan hutang piutang antara para pihak (dipakai oleh Sri Soedewi, Vol Maar, Kusumadi).
3. Perjanjian (overeenkomst): dipakai oleh (Wiryono Prodjodikoro) Continue reading

Perjanjian dan Overmacht

Perjanjian Jual beli disebut juga dengan perjanjian timbal balik dimana terjadinya suatu kesepakatan mengenai harga dan barang. Dalam perjanjian jual beli, baik penjual maupun pembeli dapat menjadi pihak kreditur dan debitur. Hal ini bergantung dilihat dari segi mana, segi harga atau segi barang. Contoh:

A dan B mengadakan perjanjian  jual beli mobil. A menjual mobilnya kepada B seharga 200 juta. Continue reading