Pembuktian dalam Hukum Acara Pidana

Di dalam hukum acara pidana pembuktian merupakan titik sentral di dalam pemeriksaan perkara di pengadilan. Hal ini karena melalui tahapan pembuktian inilah terjadi suatu proses, cara, perbuatan membuktikan untuk menunjukkan benar atau salahnya si terdakwa terhadap suatu perkara pidana di dalam sidang pengadilan[1]. Pembuktian adalah ketentuan-ketentuan yang berisi penggarisan dan pedoman tentang cara-cara yang dibenarkan undang-undang membuktikan kesalahan yang didakwakan kepada terdakwa. Pembuktian juga merupakan ketentuan yang mengatur alat-alat bukti yang dibenarkan undang-undang yang boleh dipergunakan hakim membuktikan kesalahan yang didakwakan[2].

Pembuktian adalah kegiatan membuktikan Continue reading

Advertisements

Perjanjian dan Overmacht

Perjanjian Jual beli disebut juga dengan perjanjian timbal balik dimana terjadinya suatu kesepakatan mengenai harga dan barang. Dalam perjanjian jual beli, baik penjual maupun pembeli dapat menjadi pihak kreditur dan debitur. Hal ini bergantung dilihat dari segi mana, segi harga atau segi barang. Contoh:

A dan B mengadakan perjanjian  jual beli mobil. A menjual mobilnya kepada B seharga 200 juta. Continue reading