Perjanjian dan Overmacht

Perjanjian Jual beli disebut juga dengan perjanjian timbal balik dimana terjadinya suatu kesepakatan mengenai harga dan barang. Dalam perjanjian jual beli, baik penjual maupun pembeli dapat menjadi pihak kreditur dan debitur. Hal ini bergantung dilihat dari segi mana, segi harga atau segi barang. Contoh:

A dan B mengadakan perjanjian  jual beli mobil. A menjual mobilnya kepada B seharga 200 juta.

Dalam hal ini jika dilihat dari contoh kasus diatas, maka:

a.) dilihat dari segi HARGA

Pembeli (B) adalah DEBITUR yaitu pihak yang berkewajiban untuk membayarkan sejumlah uang, yaitu 200 juta. Sedangkan Penjual (A) adalah KREDITUR yang berhak menerima pembayaran uang 200 juta dari pihak pembeli.

b.) dilihat dari segi BARANG

Penjual (A) adalah DEBITUR yang berkewajiban menyerahkan barang yaitu mobil kepada pembeli. Sedangkan Pembeli (B) adalah KREDITUR yang berhak menerima barang yaitu mobil dari penjual.

 

Overmacht objektif adalah overmacht dimana prestasi tidak dapat dipenuhi oleh karena barang tertentu tidak ada (overmacht ini dikaitkan dengan perikatan untuk member sesuatu). Apabila barang tersebut rusak atau musnah maka musnah pula perjanjian itu, sehingga akibatnya keharusan untuk mengganti kerugian tersebut menjadi hapus. Tetapi disini harus dibuktikan bahwa overmacht tersebut benar-benar tidak dilaksanakkan oleh karena barang tersebut hancur atau musnah. Yang dimaksudkan barang tertentu disini adalah barang yang tidak ada penggantinya atau barang yang tidak dapat digantikan yaitu seperti lukisan Leonardo Da Vinci, guci koleksi orang-orang terkenal.

Overmacht absolute adalah overmacht yang tidak dapat dihindari oleh manusia. Misalnya: A harus mengirimkan 1 ton gula kepada B, tetapi di tengah perjalanan pengiriman, A dihadang oleh banjir  sehingga semua gula tersebut menjadi lumer/hancur.

Perbedaan antara overmacht subyektif dan overmacht obyektif adalah, bahwa pada overmacht subyektif hanya debitur saja yang tidak dapat memenuhi kewajibannya, sedangkan pada overmacht obyektik, semua orang tidak dapat memenuhi kewajibannya.

Contoh:

1) Overmacht obyektif, A akan mengirimkan lukisan Da Vinci, tetapi terjadi tsunami, siapapun tidak akan bisa melakukan pengiriman tersebut.

2) Overmacht subyektif, A mengadakan perjanjian untuk bernyanyi, pada saat akan bernyanyi A mendengar kabar bahwa anaknya meninggal, sehingga sulit bagi A untuk bernyanyi.

About these ads

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.