Karesidenan, Kewedanaan, Kadipaten, Kabupaten, Kota, Daerah Swatantra dan daerah swapraja

Mengapa di Kecamatan Neglasari ini masih ada desa dan kelurahan? Menurut data yang kami dapatkan, di Kecamatan Neglasari masih ada desa maupun kelurahan karena desa disini dianggap memiliki otonom asli atau dengan kata lain desa Neglasari berwenang untuk mengurus dan mengatur kepentingan kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat. Sedangkan Kelurahan disini adalah aparat pemerintah daerah yang ditugaskan di wilayah, jadi kelurahan tidak berhak untuk mengatur rumah tangga daerahnya sendiri.

  1. Apa perbedaan Karesidenan, Kewedanaan, Kadipaten, Kabupaten, Kota, Daerah Swatantra dan daerah swapraja?
  1. Residen adalah pegawai pamong praja yang mengepalai daerah/ bagian dari provinsi yang meliputi beberapa kabupaten. Sedangkan Karesidenan adalah rumah residen atau kantor residen atau daerah yang dikepalai residen.
  2. Wedana adalah Pembantu pimpinan wilayah daerah tingkat II (kabupaten), membawahi beberapa camat, pembantu Bupati. Sedangkan kewedanaan adalah daerah (kantor, rumah) wedana.
  3. Adipati adalah gelar raja muda/wakil raja, gelar kebangsawanan yang tinggi, atau gelar Bupati. Sedangkan Kadipaten adalah rumah atau kantor adipati.
  4. Kabupaten adalah daerah swatantra tingkat II yang dikepalai oleh bupati yang setingkat dengan kotamadya dan merupakan bagian langsung dari provinsi dan terdiri atas beberapa kecamatan.
  5. Kotayaitu daerah yang merupakan pusat kegiatan pemerintahan/wilayah tertentu.
  6. Daerah swapraja yaitu daerah yang berpemerintahan sendiri. Contoh : DIY.
  7. Daerah swatantra yaitu daerah yang memiliki otonomi.
  1. Apa itu PDS dan PDRB?
    1. PDS singkatan dari Pendapatan Daerah Sendiri yang secara administratif terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pajak Bumi Bangunan (PBB). Peran PDS adalah utuk membiayai pembangunan daerah.

Pasal 79 Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 dicantumkan sumber-                               sumber pendapatan daerah terdiri atas :

a. Pendapatan asli daerah yaitu :

1. Hasil pajak daerah

2. Hasil retribusi daerah

3. Hasil perusahaan milik daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah

4. Lain-lain pendapatan daerah yang sah

B.  PDRB singkatan dari Produk Domestik Regional Bruto.

PDRB didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam wilayah tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilakan oleh seluruh unit ekonomi. PDRB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung dengan menggunakan harga pada setiap tahun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan menunjukan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada satu tahun tertentu sebagai dasar. PDRB atas dasar harga berlaku dapat digunakan untuk melihat pergeseran struktur ekonomi, sedangkan harga konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. Dengan demikian, PDRB merupakan indikator untuk mengatur sampai sejauh mana keberhasilan pemerintah dalam memanfaatkan sumber daya yang ada dan dapat digunakan sebagai perencanaan dan pengambilan keputusan.

About these ads

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.